Pringsewu (HGL) – Kebijakan PDAM Way Sekampung yang menyetorkan 25 persen laba perusahaan sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat.
Setelah hasil wawancara bersama yang dipublikasikan Media Gema Lampung melalui platform Facebook dan TikTok, kolom komentar dipenuhi beragam tanggapan dari warganet yang mempertanyakan arah kebijakan perusahaan daerah tersebut.
Berdasarkan pantauan media ini, banyak masyarakat menilai kontribusi terhadap PAD memang penting. Namun, mereka mengingatkan agar semangat mengejar pendapatan daerah tidak menggeser fungsi utama PDAM sebagai penyedia layanan air bersih bagi masyarakat.
Berbagai komentar juga menyoroti masih adanya keluhan pelanggan terkait kualitas pelayanan, mulai dari distribusi air yang dinilai belum merata hingga harapan agar perbaikan infrastruktur menjadi prioritas sebelum laba perusahaan disetorkan dalam jumlah besar kepada pemerintah daerah.
Di sisi lain, sejumlah warganet turut mempertanyakan dasar penetapan besaran dividen sebesar 25 persen. Menurut mereka, keterbukaan mengenai kondisi keuangan perusahaan, kebutuhan investasi jaringan, serta rencana peningkatan pelayanan menjadi informasi yang patut diketahui publik agar tidak menimbulkan berbagai persepsi di tengah masyarakat.
Perbincangan yang terus bergulir di media sosial menunjukkan bahwa masyarakat tidak hanya menyoroti besarnya dividen yang disetorkan ke kas daerah, tetapi juga menaruh harapan agar setiap kebijakan perusahaan daerah tetap berpihak pada kepentingan pelanggan sebagai penerima manfaat utama.
Kini perhatian publik tertuju pada langkah dan penjelasan resmi dari manajemen PDAM Way Sekampung.
Masyarakat berharap polemik yang berkembang dapat dijawab dengan keterbukaan, disertai komitmen nyata dalam meningkatkan kualitas pelayanan, sehingga kontribusi terhadap PAD berjalan seiring dengan terpenuhinya hak masyarakat atas layanan air bersih yang optimal.
Sebab bagi masyarakat, ukuran keberhasilan PDAM bukan hanya berapa besar dividen yang masuk ke kas daerah, melainkan seberapa baik air mengalir ke rumah-rumah pelanggan setiap hari. (Nazir)



