TULANG BAWANG — Suasana di lingkungan Puskesmas Menggala mendadak ramai diperbincangkan setelah beredarnya dokumen berisi daftar tagihan atau catatan hutang yang dikirim oleh mantan Kepala Puskesmas Menggala, Desma Damita, kepada pimpinan baru puskesmas tersebut.
Informasi yang diperoleh menyebutkan, dokumen itu dikirim tidak lama setelah Desma resmi tidak lagi menjabat sebagai kepala puskesmas. Di dalamnya tercantum sejumlah rincian bon dan pengeluaran yang disebut-sebut berkaitan dengan kegiatan operasional puskesmas pada tahun-tahun sebelumnya.
Catatan itu memuat berbagai item pengeluaran, mulai dari pinjaman uang, pembelian bahan habis pakai, pengecatan pagar, hingga kebutuhan operasional lain. Total nilai yang tercantum dalam dokumen tersebut mencapai lebih dari Rp132 juta.
Beredarnya dokumen tersebut sontak memunculkan tanda tanya di kalangan pegawai, lantaran daftar itu diklaim sebagai tagihan tanpa adanya dasar administrasi atau aturan yang jelas. Sejumlah pihak di internal Puskesmas Menggala kini tengah menelusuri asal-usul serta keabsahan catatan tersebut.
Kepala Puskesmas Menggala yang baru, Yunita Oktaria, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa dirinya menerima dokumen catatan hutang tersebut dari pejabat sebelumnya.
“Benar, ada catatan tagihan hutang yang diberikan oleh kepala puskesmas yang lama. Tapi saya baru menjabat di sini, dan saat beliau masih menjabat, saya memang bertugas di sini juga, tapi tidak tahu soal hutang itu. Tiba-tiba saya disodorkan catatan hutang itu, jadi saya kaget, apalagi isinya sejak tahun 2018,” ujar Yunita kepada media ini.
Yunita menegaskan, pihaknya tidak dapat menanggung beban tagihan tersebut karena tidak memiliki hubungan langsung dengan pengeluaran yang tercantum di dalamnya.
“Untuk hutang itu saya tidak bisa bertanggung jawab, karena menurut saya itu bukan hutang pribadi. Saya baru bertanggung jawab setelah SK saya ditetapkan tanggal 16. Masalah itu saya tidak tahu-menahu,” pungkasnya.
Sementara itu, upaya konfirmasi kepada mantan Kepala Puskesmas Menggala, Desma Damita, belum membuahkan hasil. Saat didatangi ke tempat tugas barunya di Puskesmas Lebuh Dalem, yang bersangkutan tidak berada di kantor. Dihubungi melalui aplikasi WhatsApp, Desma juga belum memberikan tanggapan.



