BerandaKabar LampungBandar LampungBunga Mawar Jelita: Perjuangan Membentuk Diri, Bukan Sekadar Gelar

Bunga Mawar Jelita: Perjuangan Membentuk Diri, Bukan Sekadar Gelar

BANDAR LAMPUNG — Nama Bunga Mawar Jelita mungkin dikenal lewat pencapaian dan penampilannya di ruang publik. Namun di balik itu, perempuan kelahiran Bandar Lampung, 7 Juli 2003 ini menyimpan cerita perjalanan yang tidak selalu mudah.

Dalam perbincangan, Bunga mengakui bahwa proses yang ia jalani lebih banyak diisi perjuangan dibanding kebahagiaan. “Jujur, 60 persen perjuangan, 40 persen bahagia. Tapi justru dari perjuangan itu lahir bahagia yang paling berasa,” ujarnya.

Ia menggambarkan perjalanan itu seperti momen begadang menyelesaikan skripsi hingga akhirnya disetujui. Melelahkan, tetapi menghadirkan kepuasan yang sulit dilupakan.

Tak hanya soal proses panjang, Bunga juga sempat berada di titik terendah. Ia mengingat masa semester dua saat nilai akademiknya menurun bersamaan dengan persoalan keluarga. Kondisi itu membuatnya merasa lelah dan kehilangan arah.

“Rasanya capek, kosong. Kayak mau berhenti aja,” kata dia.

Namun, satu kalimat dari sang ibu menjadi titik balik. Bunga mengaku kembali bangkit setelah mendengar pesan sederhana tersebut. Ia menuturkan, ibunya hanya berkata, “Capek boleh, berhenti jangan.”

Perjalanan Bunga juga diwarnai kegagalan yang kemudian mengubah arah hidupnya. Ia sempat tidak lolos ke perguruan tinggi negeri yang diimpikan. Meski terdengar klise, pengalaman itu justru membuka jalan baru.

Menurutnya, dari kegagalan tersebut ia menemukan lingkungan pertemanan, mentor, dan kesempatan yang lebih sesuai dengan dirinya. Ia menyebut rencana hidup tak selalu berjalan seperti yang diharapkan, tetapi tetap membawa makna.

Di balik sosoknya yang terlihat tenang, Bunga mengungkapkan ada sisi lain yang jarang diketahui publik. Ia mengaku sebagai pribadi yang sering berpikir berlebihan.

“Kelihatannya tenang, padahal di kepala lagi ramai,” ucapnya.

Ia juga tak menampik sisi emosionalnya, terutama ketika berhadapan dengan hal-hal yang berkaitan dengan keluarga.

Lebih jauh, Bunga menegaskan bahwa dirinya tidak ingin hanya dikenal dari gelar atau prestasi. Ia memiliki pandangan berbeda tentang makna dikenang oleh orang lain.

“Bukan ingin dikenal sebagai yang pintar atau berprestasi. Aku pengen dikenang sebagai orang yang bikin orang lain merasa didengerin dan nggak sendirian,” ujarnya. (saf)

Baca Juga
- Advertisment -spot_img

Berita Populer

Recent Comments